Sabtu, 26 Agustus 2017

Hidup yang Mati


Hidup yang Mati

*mayoe

tegak 'ku dalam sukma udara usang
di tanah tandus kemarau datang
di bukit-bukit menguap kerontang
hidup 'ku dalam senyawa nafas gersang

menghirup kering lara alam
melayang-layang bergentayang

merasuk dalam jiwa dendam
menyandang perih luka duka panjang

'ku melangkah, terseok-seok dari ufuk ke ufuk
menyeret kepayahan. daya di akar lubuk

ketenangan. diri enggan bergeliat
hidup menumbuh tumbuhkan liat

menembus gejolak di bawah rimbun jati
mencari-cari hidup yang mati

Yogyakarta,  26 Agustus 2017

poem: mayoe
paint: @bagus.undisputed07 , canvas: motorcycle tank
pict: me, camera: smartphone tablet, edit with: snapspeed apk

#meyoe #mayu

Related Posts:

  • Tidur dan Bangun Sadarku Tidur dan Bangun Sadarku Datanglah kepada malam yang kelam, dan beristirah dalam jenak wajah pepohonan di kaki gunung-gunung yang temaram … Read More
  • Buah Abadi & Leng Kali Leng Gambar diambil dari laman berita detakriaunews.com Buah Abadi & Leng Kali Leng Buah-buah abadi berkeliling mengepung berbaris-baris ber… Read More
  • Percakapan Senja di Stasiun Tugu Percakapan Senja di Stasiun Tugu "Mengapa harus diungkapkan walau tahu akan tetap terbata dengan kata yang mudah menguap bersama udara?" … Read More
  • Sesesap Sajak Bapak Sesesap Sajak Bapak Di celah jemari 'ku diapit selimut kasih menggulung tubuhnya yang dingin teriris-iris pahit berbagi sempit, getir resah… Read More
  • Antara Ada dan Tiada Pribumi p { margin-bottom: 0.1in; line-height: 120%; }Oleh: Mayoe Hari ini saya senang sekali, membaca timeline begitu ramai dengan kata “Pribumi”… Read More

0 Komentar:

Posting Komentar