Minggu, 27 Agustus 2017

Terbakar Masa



Terbakar Masa

*mayoe

wahai pemilik cahaya dan cinta
betapa sakit tak terkira
mendapati diri tersiksa

oleh gelap, sorot mata sendu 
yang melata penuh rindu 
gagap gempita dan belenggu

nyala dosa diri yang berpijar
sendiri dan terbakar 
masa yang menjalar 

silau mengikis jiwa
lebur hambur hingga udara

yang tiada lagi meruang mewaktu
dan mewajah hanya padamu
terhisap habis kembali menyatu

Yogyakarta, 27 Agustus 2017

Related Posts:

  • Padaku Padaku Oh bung.  Sajak ini seperti daun kering  yang jatuh di halaman dan dianggap menjadi sampah saja. Pada lah kau ini be… Read More
  • Akulah Kalah Akulah Kalah renta diri merapuh dan luluh, hujan pelangi dan tatap tajam mentari memancar sinar dan semburat wajah pemilik binar sepasang mata … Read More
  • Detak Kenangan Detak Kenangan _________________ untuk drp (Putri penikmat kenangan) Berdetik-detik waktu yang berlalu memotretku dengan kilat dan sorot mat… Read More
  • Mencari Takdir Mencari Takdir Sayang, pernahkah melintas dalam benakmu suatu kejadian yang kau sangkakan itu takdir? Bukankah hari masih terlalu pagi untu… Read More
  • Purnama dan Pohon Tua Purnama dan Pohon Tua engkau rindang sepohon tua injinkan aku berteduh sejenak di bawah helai-helai dedaunan bijak,  yang kau tiup … Read More

0 Komentar:

Posting Komentar