Kamis, 17 Agustus 2017

Mimpi Panjang



Mimpi Panjang

*mayoe


jika boleh, kuajak kau mengembara
jauh ke ujung waktu dimulai
dengan penggayung lalui perigi
menyusur semburat lorong fajar
demi masa terbitnya damai

menerobos celah hidup sebuah biduk
sederhana yang renta sahaja,
lekatlah semilir dan sejuk menggantung setia
pada bintik-bintik embun direkah dedaunan

segeralah membulat binar mata ikan
berselimut basah halimun tanah lembah
mengepulkan santan beraroma kuning rempah
larut membubung didihkan kuah dalam belangan

terendus oleh beberapa batang
hidung yang merah di pelataran
memanggil, menuju pangkuan
dudukmu di depan sebuah tungku

menyandarkan rengekan pagi yang manja
dalam hangat dekap dada,
dalam pijar bara cinta

dan sewaktu gerimis senja
dingin menusuk, guruh samar terdengar
di hitam cakrawala

kau belai, kau sentuh
dengan timang kasih
sayang, bisikmu manja
membuai tenangkan resah

Yogyakarta, 17 Agustus 2017

#mayoe #mayu

Related Posts:

  • Akulah Kalah Akulah Kalah renta diri merapuh dan luluh, hujan pelangi dan tatap tajam mentari memancar sinar dan semburat wajah pemilik binar sepasang mata … Read More
  • Detak Kenangan Detak Kenangan _________________ untuk drp (Putri penikmat kenangan) Berdetik-detik waktu yang berlalu memotretku dengan kilat dan sorot mat… Read More
  • Mencari Takdir Mencari Takdir Sayang, pernahkah melintas dalam benakmu suatu kejadian yang kau sangkakan itu takdir? Bukankah hari masih terlalu pagi untu… Read More
  • Padaku Padaku Oh bung.  Sajak ini seperti daun kering  yang jatuh di halaman dan dianggap menjadi sampah saja. Pada lah kau ini be… Read More
  • Purnama dan Pohon Tua Purnama dan Pohon Tua engkau rindang sepohon tua injinkan aku berteduh sejenak di bawah helai-helai dedaunan bijak,  yang kau tiup … Read More

0 Komentar:

Posting Komentar