Minggu, 30 Juli 2017

Bakar Aku Lebur Padamu



Bakar Aku Lebur Padamu

sungguh, aku begitu takut berada di dekatmu, // takut terbakar oleh pijar terang cahayamu. // namun sungguh tak ku layani takut itu, // justru kubiarkan diri jiwa ini terbakar // yang tak hanya hangus, // tapi lebur menyatu // menjadi bagian dari pancar sejati cahayamu. // hingga tiadaku berada pada adamu.

Yogyakarta, 30 Juli 2017

#mayoe #mayu

Jumat, 14 Juli 2017

Salam Nitiprayan Sawalan



Salam Nitiprayan Sawalan

*mayoe

di hamparan persawahan 
salam nitiprayan kasihan,
dudukku sendiri bermenung 
hanyut terbawa senandung
senyum yang mengalir basah
dari petak wajah 
sederhana bermuara pada hilir hati
bapak tua yang riang 
menuai buah dari kasih dan sayang
yang ia tanam pada suatu musim
basah berlahan subur akan cinta yang dingin.

salam meniti sunyi
dari hati yang putih
menapak langkah kekasih
pada sempitnya jalan suci

dan salam menitip waris
pada padi yang tumbuh gerimis
di petak-petak wajah,
hijau menyelimut urat tanah
menjaga subur persemaian benih
cinta putih kekasih

Nitiprayan, 13 Juli 2017

#mayoe #mayu #salam

Senin, 10 Juli 2017

Rinduku Maluku Rinduku



Rinduku Maluku Rinduku

*mayoe

rinduku pada maluku 
kala begitu biru
membuatku takjub jatuh cinta pada haru

rinduku pada maluku 
yang bersenandung mendung
membuatku ciut takut wajah murung

sungguh, rinduku bertemu maluku
yang biru laut langit bertemu
dengan halus bercumbu menyatu

pulau gunung, 
gunung pulau
berlayar bersama 

teluk pada tanjung, 
tanjung pada teluk
mengasuh keteduhan

di bawah maluku yang biru
pekat berkasih sayang

dalam palung suci rahimmu
kau kandung mulia

jelita mutiara, 
serpihan permata sorga
memancar gemerlap

kilau
silau
tajam
liarmu 

menusuk kalamata pengembara
yang buta melata, haus cahaya 

rinduku
maluku
malu
ku
malu
maluku
rinduku

Yogyakarta,  10 Juli 2017

#mayoe #mayu

Sabtu, 08 Juli 2017

Lamunku




Lamunku

*mayoe

di bawah beringin tua ini
imaji kekosonganku bergelenyut menari
dalam arus samudera ketiadaan
yang menegakkan lamun
menggapai-gapai langit kesadaran

membubung melayang-layang
diayun buai ombak pantai 
yang menyanjung pongah tegakku
di bawah batas pasang surut wajah dunia

saat habis hidupku
tenggelam ditelan udara kelumpuhan
hanya tanah pasir basah
yang menyangga pasrah lemahku

sisa harapanku pada rembulan
yang akan hadir memeluk erat rinduku
membawa kembali gelombang pasang
yang hanngat memberi hidup lamunku

Banjarnegara, 8 Juli 2017

#mayoe #mayu

Jumat, 07 Juli 2017

Cinta Harapan Ketiadaan



Cinta Harapan Ketiadaan
*mayoe

secercah sinar mentari memancar lugu 
pada wajah duniaku 
taburkan cahaya mimpi-mimpi
dalam persemaian semesta akalku

membenih butir-butir hujan yang panjang
dari gumpalan awan-berawan yang menggantung hitam

mimpi itu jatuh bertitik-titik 
melebat bagai cendawan yang sedang bermusim
menganak-pinak tumbuhkan ambisi 
menyelimut dingin di dinding hati

kini mentari harapan baru 
terbit menatap lekat raut duniaku
yang lelah mengendarai waktu
mulai kembali hangatnya bersinar
lelehkan beku yang tumbuh 
dalam kalbu yang rindu menggebu

dan perlahan terpancar hampa 
menikam jantung kemarau 
yang memanjang gersang
menembus hingga padang jiwa
yang mengalirkan deras kering kerontang
sepanjang leher harapan
tercekik mati dahaga berambisi

oleh seteguk cinta yang memabukan
menyeretku pada arus kesadaran 
hanyut menuju mulut samudera ketiadaan

#mayor #mayu

Yogyakarta, 7 Juli 2017

Selasa, 04 Juli 2017

Lubuk Suci



Lubuk Suci
*mayoe

wahai lubuk segala daya upaya
tenggelamkan aku dalam kepasrahan hening wajahmu
hanyutkan upaya pongahku pada deras aliran ketenanganmu
leburkan daya hinaku dalam dasyat pusaran arus kuasamu

wahai lubuk segala kesucian
basuh akal fikirku dari lumut kesesatan yang mengikis habis rahmatmu
siramkan sejuk kasihmu dalam kalbu gersangku
sucikan lemah diriku dengan cinta sunyimu

Yogyakarta,  4 Juli 2017

#mayoe #mayu

Selasa, 06 Juni 2017

Dalam Cinta Kita

Dalam Cinta Kita
*Mayoe

telah kupungut keping-keping cinta
yang berserak kau tebar sebar
menjejak sepanjang jalan perjalanan
terseok-seok kupanggul sendiri
menjadi beban diri
yang tertempuh oleh waktu
yang takhenti berkelana
menjelajah padang sunyi
menembus belantara sepi

dalam cinta yang kubawa
berkaki bersayap berduka derita
menuju padamu beradu bercumbu

dengan nafsu sendiri
yang terus berlari
dari buru berhati

hingga senja bertanya
padamu itu adalah aku
yang mengejar suara
hati diluar diri
rindu selalu padamu
kembali padu tertuju
menunggal menjadi satu

dalam cinta yang terbawa
bagaimana sejati yang kaujaga
dalam terang yang bercahaya
bagaimana kasihsayang yang kaupunya
dalam diri yang tulus menberi
bagaimana hati yang kauterima

jika boleh kurasa
kelana cinta yang kaukembara

dari ada hingga tiada
dari sepi hingga sunyi
dari terengah hingga lelah

dari perih mendidih hingga sedih
dari luka lara hingga derita
dari siksa dosa hingga neraka
dari suka bahagia hingga surga
dari rindu nafsu hingga candu

darimu aku
hingga kita beradu
bercumbu bersatu padu
menunggal lalu meninggal jejak
duniaku duniamu
yang saling berlainan
menjadi dunia kita
yang pasang berpasangan
hingga yang ada 
hanya tinggal tunggal
satu

Lowanu, 5 Juni 2017

Jumat, 12 Mei 2017

Sewelasan Asah Asihe Simbah


Sewelasan Asah Asihe Simbah
*Mayoe

séwelas asih kemise legi
urip urupe sérngenge wanci sore
mboro ing mowo surup ing langite
abang-abang jinggrang padange
wulan ndadari ruah sasine

boca-bocah ngumpul dolanan rame-rame
bébaréngan nyawiji ngaji marang simbahe
lénggah ing mbale némbang ngawe-awe
sing podo tumindhak dewe
eman kanggo gawe turu sore
alang ilinge ilang ceritane

séwelasane simbah ngendong-endong kanggo putune
kang tansah asih marang wong tuwane anake dewe
ora gampang nyukupake opo anane
ora cukup anane dicukupake
putune yo anake, anake yo putune
raup nguyup éluh luhe asin uripe
grémat-grémét ora dianggép lakune
susah tumindhake payah pengarépane pasrah isane
amung ngémong gégére nggendong nglérépake mingsék tangise

ngasah asihe ati nganti wéngi
tumrape wulan ndadari padang kanti gagat isuk
semurate pasuryan abang ngawiting rino
jalaran ngulu paite péténg ati kang trésno
nglolohi kolo bendu tetembangan asépi
kanggowo ngati tumindhak bali

Sabtu, 06 Mei 2017

Engkau Kukira


Engkau Kukira
*Mayoe

engkau yang kupinta
engkau yang merajut cinta
engkau kukira
tumbuh semayam dalam dada
berbunga menghirup hidup aroma
udara yang tak henti menjenguk jiwa
menyapa beri arti pada cinta
yang termangu di singgahsana
sepi dalam kata
sunyi sendiri bertahta
permata di hati menghias hampa
bersepuh mulia berukir jelita
yang meluka diri terluka
membawa rindu mengalir tak bermuara
pada lelah mengendap sedihkan duka

engkau yang menyangka
engkau yang kudamba
engkau kukira
menerawang di balik jendela
membayang di pelupuk mata
menghalang tabir antara kita
membentang gelora dalam dada
petualang menabur cinta di beranda
meruang taman surga kaki bunda
melanglang usia yang mewaktu senja


Lowanu, 6 Mei 2017

Jumat, 05 Mei 2017

Membaca Terbaca


Membaca Terbaca
*Mayoe

engkau kubaca
aku terbaca
dalam sirat suratmu yang menjaga
kumengeja huruf kata cinta
darimu yang menabur sajak semesta
para pujangga penggubah makna
terang berpijarlah menembus cakrawala
batas laut langit hingga senja
membentang alam yang berima
indah melipur rona duka
lara hati yang hampa setia


Lowanu, 5 Mei 2017








Rabu, 03 Mei 2017

Apa Ada Padaku


Apa Ada Padaku
*Mayoe

apa ada padaku
aura yang nyata menarik padamu
hanya senyap jelita membatu
permata yang sunyi bisu
meraut sepi dalam wajah beku

apa ada padaku
gejolak rasa yang meresahkanmu
menerima kasih pembawa rindu
puteri bersorot mata biru
memberi belas dari balik pintu

apa ada padaku
bayang semu membawa sembilu
tajam menyayat halus hatimu
meluka perih paras yang sayu
melagu sedih rerumpunan bambu

apa ada padaku
bualan yang nyata menipu
hidupnya cahaya cinta menerangimu
dalam gelap sendiri termangu
menatap hampa berjalannya waktu

apa ada padaku
noda-noda hati yang memburu
mengusik tenang hela nafasmu
tersengal tenggelam dalam nafsu
sendiri yang kerap menggebu

apa adaku
tak ada padamu
ada apaku
terpancar selalu
pada yang palsu


Lowano, 3 Mei 2017

Selasa, 02 Mei 2017

Pada Mutiara Dalam Kerang



Pada Mutiara Dalam Kerang
*Mayoe

untuk mutiara yang mewajah terang
permata puteri terlempar jauh hilang
dalam diam diri berpulang
kepada kasih yang memberi dalam kerang
merawat hidup mutiara bertumbuh sayang

pada onak yang hidup
menembus perih dalam tubuh
sunyi memeluk diri menyambut

permata hati yang menyatu
dalam rindu mengalun lagu
menunggu puteri melaras haru

pada mutiara berwajah terang
permata puteri kembali terkenang
dalam diam diri berlinang
air mata kasih sayang

membasuh basahi jiwa yang gersang
terbentang jarak menghampiri waktu siang
tundukan matahari yang mulai usang
merawat perilaku diri dengan tenang
bercermin pada telaga yang dulu pulang


Lowanu, 2 Mei 2017

Senin, 01 Mei 2017

Permata Kasiruta Berperi



Permata Kasiruta Berperi
*Mayoe

yang harum melati
setia pada pagi
bersama hening bening
embun di kuncup mekarnya hati

yang sejuk semilir
berteduh cahaya mengalir
dari sepinya suara
ke anteru sudut kasiruta
yang gerlap berkilau batu permata
berpendar-pendar di kaki langit
timur cakrawala merona

yang ramah pemurah hati
menyentuh lembut memberi arti
setia sepasang merpati
terbang jauh untuk kembali
menuai buah janji

yang telah tunduk menguning padi
pada sawah-sawah di bantaran kali
tak pernah kering setia menanti
aliran rindu dari lubuk hati
yang dalam padanya sejuk berperi


Lowanu, 1 Mei 2017

Selasa, 25 April 2017

Timur Mentari Baru



lihatlah timur
mentari baru yang terbit
dari dalam kesadaran
posisi merawat potensi
kedirian sejati

timur mentari
membawa pagi
berseri hidup asri
sepanjang hari

pada barat
menenggelam hari
indah bersenja
di cakrawala
terbalut jingga
sendiri

hingga malam menjelang
menelan kelam
menabur gemintang
riang

melayar damai
berpayung teduh
sinar rembulan

cengkrama anak ikan
menyongsong permukaan
Membawa haru
menuju penjuru jalan
pulang pada rumah
berhati


Salam Selamat Jalan



Salam Selamat Jalan
*Mayoe

pada paruh usiaku
yang masih berbelas belia
kutulis sajak sederhana
tentang harum semerbak
wangi berbusana alim
perjalanan malam alam isra'
mi'raj rasul yang berjenjang
dari lapis ke lapis
menembus cahaya berkilat
do'a mengiring salam
selamat jalan para peri
bumi di desa dusun sunyi
berlatang-talang beringin tua
pada lembah-lembah senja
yang menyeru petualang
melangkah pasti
mendaki tinggi
menakluk diri
memeluk sepi
melubuk hati
mendalam parigi
mengalir airi
hidup bersawah ladang
tumbuh berkasih sayang
mengalah bijak pada siang
rerumputan beringin tanggal lengang
berkicau riang lalu terbang
menghinggapi dahan kokoh berdaun rindang
tegak berdiri mengorbankan batang memohon pulang
padi tunduk rukuk sembahyang



Lowanu, 23 April 2017


Minggu, 16 April 2017

Perpisahan Jembatan Pelangi


Dari balik pintu sunyi
Kulihat rembulan pucat pasi
Pada pagi yang juga mulai basi
Mengenang sayup wajah bersedih hati
Mendalam deras aliran air mata dari lubuk sepi
Senyap terjadi di jembatan pelangi
Berwarna-warni pergi dan menanti
Sebuah janji untuk kembali

Baku dapat saling memberi
Hidup berperi bumi pertiwi
Menjaga manusia desa asri
Berseri wangi melati pagi hari
Menerbit mentari dari balik bukit hati

Yang menyinarkan sapa senyum bening
Yang mengalirkan tetes embun hening
Yang menggantungkan ujung daun kering
Yang memohonkan salam belantara asing
Yang menyilaukan gerlap mata terpicing

Dari sorot pandang berperi
Laku melepasku jauh pergi
Dari tepi sampan terlihat pasti
Masih tegak berdiri
Dalam diam bibir pantai

Terhalang hilang di balik bukit tanjung ilalang
Yang mengakar dalam jiwa menggersang
Tandus mengalunkan lagu rindu
Aroma anyir tubuh siangmu
Hangus terbakar terik mentari
Di lepas pantai laut langitmu
Yang biru 

Jumat, 14 April 2017

Sabeta Geti Lama





Sabeta geti lama
Bercerita suka duka
Tanah basah melara sahaya 
Diam memohon belantara jiwa
Tabah mematung hidup kehidupan angkara
Murka mata jelata

Sabeta geti lama
Di pohon sagu merindu rimba
Mengolah sangkar dalam geliat bergelora semesta
Meraja hingga dasar mengakar mantra
Kalamata buta membuka cakrawala
Sederhana bersahaja merawat luka

Sabeta geti lama
Membara di bawah para
Kelapa dipanggang bertapa panas
Kepala petualang menghela nafas
Dalam dada lapang dari lara bernyawa
Bahtera mengembang layar luas samudera
Lentera membayang tenggelamkan surya
Berpura menggenggam kuasa senja

Sabeta geti lama
Mengembara sirna dari dina
Dunia nestapa menyela celaka
Hidup kota mendusta desa
Berkabut kawah candradimuka
Kering kemarau menerpa tempa beta
Jatuh cinta kepada lapar dahaga
Tiada tara yang berkarang mutiara

Sabeta geti lama
Menggembala domba bersama-sama
Mengolah karsa mencipta rupa bercerita
Suara merasa terduga aroma warna
Meraba aura sutera
Busana kesatria para raja menyala
Pada beranda istana berkilau jelita
Pelita bercahaya menjamu kartika
Menyuguh kirana sahabat beta
Geti lama



Jumat, 17 Maret 2017

Berlalu Pada Jalan


Berlalu Pada Jalan
Mayoe

Malam menyekat 
Berselimut damai
Menabur hening 
Gerlap gemintang
Rembulan berlayar 
Meratap sunyi
Rapat pagi
Mengusik sepi
Kicau bernyanyi 
Terbit mentari
Terang menari 
Pada daun 
Mengalir sejuk
Berujung tunduk
Mendayu semilir 
Rayu deru
Menghirup haru
Aroma bunga
Taman cahaya
Terbenam menanam
Guruh tumbuh
Gemuruh mengakar
Tanah menjulang
Langit merindu
Tangis kasih
Jatuh cinta
Pada senja
Sederhana bersahaja
Rona cakrawala
Pasrah berjiwa
Pada duka
Alam raya
Bergema menyeru
Rindu menggebu
Mereguk sedu
Mengadu manja
Berisak mesra
Sayup tak terhingga
Getaran dada
Mengendap di kepala
Ringan melangkah
Titian jalan
Berpulang diri
Sunyi berhati

Kedirian Jalan Langkah


Kedirian Jalan Langkah
Diri berdiri
Jalan berjalan
Langkah melangkah
Hati berjalan
Akal melangkah
Jalan berhati
Langkah berakal
Jalan melangkah
Langkah berjalan
Hati melangkah 
Akal berjalan
Jalan berakal
Langkah berhati
Hati berakal
Akal berhati 
Hati berhati
Akal berakal
Pada diri
Hati Akal
Akal Hati
Langkah Jalan Kedirian 

Kamis, 16 Maret 2017

Tahan



Tahan
Mayoe 

Datang pagi 
Bersuguh hangat 
Gemulai tari 
Tatap hadap menahap
Setia punggung bertegak
Hujam mendalam
Bubung meninggi
Berkukuh cinta

Tabah 
Laku sunyi
Menapak jalan
Diri

Songsong gelora 
Raup gairah bertari
Membasuh dekap lenyap
Senyap pesta 
Beraya