Saburai Camp, sebuah temat tinggal pondokan mahasiswa
di Padang yang berasal dari Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan). Sebuah
keluarga kecil yang terbentuk dari kesamaan nasib menjadi mahasiswa, dari arah
daerah asal, kesamaan idealisme dan kecocokan untuk berteduh bersama.
Rabu, 31 Juli 2013
Minggu, 28 Juli 2013
Karimun Part #4 (Cinta Sholawat)
Cah Angon
01.23.00
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kejenuhan berada di kos PN membuat ku sering keluyuran ke tanjung balai, untuk mencari tempat ramai. Sangat tidak menguntungkan berada di tempat sepi sendiri, kebosanan tak ada kawan untuk berbincang membuat beku, bertelfon dan berSMS juga tak membuat hati lega dengan kebosanan itu. Tanjung balai adalah ibu kota kabupaten Karimun, sudah lazim di sana ramai, di samping ada pelabuhan utama kabupaten juga terdapat tempat wisata atau tempat pertunjukan seni daerah bernama Kostal Area.
Sabtu, 29 Juni 2013
Karimun Part #3 (SURPRIZE)
Cah Angon
23.42.00
Masih dengan seputar pesta perpisahan. Sebelum terjadi malam
pesta perpisahan satu malam suntuk itu yang begitu meriah, dari anak-anak
kecil, remaja, ibu-ibu, bapak-bapaknya dan juga pemudan Sungailakam telah
beberapa kali dilakukan acara serupa. Namun nampaknya belum begitu puas dengan
acara yang biasa-biasa saja. Maka acara final malam perpisahan itu ibu-ibu
group kosidah surau Al Huda Sungailakam lah yang memprakarsainya. Mereka
membentuk kepanitiaan, mereka merayu para bapak-bapaknya untuk turut andil
dengan mempersiapkan segala macam keperluan sound sistemnya. Sungguh luar
biasa, tak menyangka akan seantusias iniwarga Sungai lakam melepas ku untuk
kembali ke kampus.
Jumat, 28 Juni 2013
Karimun Part #2 (Bingkisan dan Sepucuk Surat)
Cah Angon
01.14.00
Perlahan ku buka bingkisan berukuran dua puluh kali sepuluh senti meret persegi itu, pelan sangat pelan ku buka agar bungkusnya tak koyak. Penasaran dan haru bercampur memenuhi rongga dada. Sudah dari malam saat pesta berlangsung ingin ku buka bingkisan itu, namun karena memang di larang oleh adik adik karib untuk tidak di buka saat itu. Maka ku buka sepulang dari toko buku.
Kamis, 27 Juni 2013
Karimun Part #1 (Pesta Perpisahan)
Cah Angon
22.53.00
Pesta perpisahan semalam suntuk talah berakhir. Namun tidak bagi ku, badai yang menerpa pulau kecil ini menandakan pesta itu akan terulang kembali. Barusaja menjelang subuh alunan musik kosidah terhenti, suara keras akibat bantingan kartu domino di atas meja mulai terhening dan suara adzan subuh mulai bersahut sahutan berkumandang serentak antara masjid satu dengan masjid yang lain, antara surau satu dengan surau yang lain. Walau letih karena kurang istirahat, kaki ini harus tetap melangkah menuju surau kecil bernama Al Huda. Hanya satu orang imam, satu makmum laki-laki dan dua makmum perempuan yang tengah berjamaah dalam surau tersebut.
Kamis, 11 Oktober 2012
Refleksi Proposal Hidup
Cah Angon
15.12.00
Bermula dari sebuah pertanyaan
dari seseorang yang saat ini sedang membuatku tersenyum-senyum sendiri saat
mengingatnya. Siapapun dia, mudah-mudahan mau untuk aku ajak bersusah payah
demi memperjuangkan hal yang benar, dapat memicu kekuatan dari yang Maha Kuasa
untuk tetap semangat meniti perjaugan di jalanNya. Sebuah pertanyaan tentang
Impian atau cita-cita.
Untuk menjawab pertanyaannya,
saat ini rasanya belum benar-benar duduk konsep impian itu. Namun, apabila
merefleksi dari beberapa aktivitas yang sudah atau sendang ku jalani, impian
itu baru tergambar satu konsep yakni Sukses Mulia. Inspirasi
Sukses Mulia ini memang tergambar sejak mengikuti pelatihan
Rabu, 12 September 2012
Banjarnegara, 30 Juli 2012
Cah Angon
05.33.00
Dua belas tahun yang lalu, di desa ini aku menyambung hidup.
Dititipkan di rumah nenek yang tengah tinggal seorang diri. Sebuah rumah dapur,
sisa bagian rumah yang telah diwariskan ke anak-anaknya kami berdua tinggal. Menghidupi
seorang diri dari gaji pensiun kakek yang seorang Veteran pejuang PKRI (Pembela
Kemerdeaan Republik Indonesia). Sebuah tegalan (kebun) juga turut membantu
sebagain sumber tambahan untuk penghidupan kami.
Dari usia yang masih belia, aku dipindahkan dari sebuah desa
terisolasi di provinsi Lampung ke desa ini Twelagiri kelurahan Pagutan,
Senin, 14 Mei 2012
Berkunjunga ke Negeri Kunang-Kunang
Cah Angon
05.12.00
Kilau cahayamu, memang
tak seberapa
Kepak sayapmu mungkin
takkan menghentak dunia
Terangmu hanyalah,
sahabat orang desa
Mainan bocah kampung
di gelapnya beranda
Dan kutatap lagi, dikau kunang-kunang
Terangmu berpindah
dari hutan bambu
Ke rumpun pisang di
pinggir kolam,
berbatas sawah di
rumah nenek….. ooh indahnya
Meski kerlip cahayamu kecil
Redup, tak amat terang
Namun tetap yakin
menyinari malam
Kunang-kunang kecilku
jadi penerang
Berhimpunlah dikau wahai kunang-kunang
Taklukkan pongahnya
malam kelam
Berhimpunlah dikau
wahai kunang-kunang
Di bumi Pertiwi kita
ciptakan bintang-bintang.
Rabu, 09 Mei 2012
KETINGGALAN PESAWAT
Cah Angon
01.50.00
CGK===>PDG
![]() |
| Trimakasih Lion Air |
Tak ada persiapan yang begitu
matang tetapi saya anggap sesuai kebutuhan di cibubur nanti. Jam setengah 11
meluncur ke Bandara Internasional Minangkabau, bersama Ipir. Dengan santai,
kami maota-ota (ngobrol) sepanjang perjalanan dan sempat pula kami mampir di
warung makan untuk mengganjal perut yang sebentar lagi diperkirakan akan
keroncongan dan tibalah di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) jam 11.30..
Perjalanan yang seharusnya ditempuh hanya dengan waktu 30 menit saja, karena
maota-ota dan mampir, jadi 60 menit. Sampai di BIM pun tak langsung cek-in
--padahal waktu cek-in sudah dibuka--, kami melanjuktkan maota-ota yang tak
jelas lagi dan tepat jam 12, terasa haus, membeli minum pelepas dahaga di
pojokan kantin bandara. Karena sudah mendekati waktu landing langsung saja
pamit sama Ipir dan masuk untuk cek-in. Seperti biasa, cek-in lancar, boarding
lancar dang semua lancar. Masuk ke rung tunggu --ruang tunggu di BIM cuma 1
(untuk keberangkatan domestik) jadi gak usah dikasih nama aja-- banyak
penumpang yang juga sedang menunggu, mungkin karena akhir pekan.
Langganan:
Postingan (Atom)



