Sabtu, 20 Desember 2014

Sepenggal 'Surat untuk Laksmi'

Karya Narsis
Cah Angon



Laksmi Randa Harjo,
Ingatkah kau Laksmi, saat pertama kita berkenalan di dalam kelas. Setelah Bu Sri mempersilakanku duduk di sampingmu, sambil tersenyum kecil kau ulurkan tanganmu menyambutku. Ku jabat tanganmu, kemudian kau sebutkan namamu “Laksmi Randa Harjo”.... Lengkap tak bersisa kau perkenalkan namamu kepadaku. Dengan anggukan ku balas serupa denganmu.

Sabtu, 28 Juni 2014

DESA KU TUMPAH DARAH KU

Pembangunan rumah-rumah rakyat terutama yang di desa pada 10 tahun yang lalu masih sering kita jumpai dengan sistem gotong royong. Tidak melibatkan pemborong profesional. Dari mulai meratakan tahan (istilah tradisonalnya "mbatur") kemudian menaikan kerangka atap (munggah wuwung) sampai pasang atap (masang gendheng) semua dilakukan secara gotong royong, dikerjakan oleh seluruh bapak-bapak dan pemuda satu kampung, kaum ibu-ibu dan pemudi memasak.

Minggu, 19 Januari 2014

Menuju Kota Budaya Jogja

Bissmillah

Agung & Budi di BIM (Bandara Internasional Minangkabau)
Perburuan tiket pesawat murah untuk penerbangan Padang ke Jakarta telah usai. Itulah tiket termurah kami dengan harga delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah. Hargi ini lah yang paling murah saat itu, walau sebenarnya banyak yang lebih murah pada hari-hari sebelumnya, tapi apa boleh buat, kami tidak bisa baru saja bisa mencairkan dana untuk membeli tiket pada H-1 sebelum menuju Jakarta. Dengan harga tiket "termurah" itu kami mendapatkan maskapai penerbangan Sriwijaya AIr, walau kapasistas pesawatnya kecil tapi sudah mengantarkan kami sampai di Jakarta dengan selamat. Dan kami mensyukuri semua itu, Alhamdulillah kami bisa terbang kembali melintasi hutan Andalas yang luas ini dan menyebrangi selat sunda yang menghubungkan antara pulau Sumatera dengan pulau Jawa yang Karismatik itu.

Selasa, 14 Januari 2014

Jadi glandangan di Jogja sampai Paris

Tak sabar rasanya menunggu hari esok. Seminar nasional tentang "Indonesia Negri 1001 Energi" di Universitas Negeri Yogyakarta telah selesai dan pengumuman juara 1, 2 dan 3 LKTIN Mechanical Fair juga talah diumumkan oleh panita acara. Satu persatu nama yang di sebut sebagai juara telah berada di podium dan Alhamdulillah salah satu Tim dan Universitas Negeri Padang menjadi salah satu diantaranya dan kebetulan berada di podium satu. Optimis, kerja keras dan kekompakan menjadi sebab Tim UNP berada di podium satu. Selamat atas juaranya Bung, senang saya mendengarnya.

Rabu, 31 Juli 2013

Perjanjian MA'E


Saburai Camp, sebuah temat tinggal pondokan mahasiswa di Padang yang berasal dari Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan). Sebuah keluarga kecil yang terbentuk dari kesamaan nasib menjadi mahasiswa, dari arah daerah asal, kesamaan idealisme dan kecocokan untuk berteduh bersama.

Minggu, 28 Juli 2013

Karimun Part #4 (Cinta Sholawat)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Kejenuhan berada di kos PN membuat ku sering keluyuran ke tanjung balai, untuk mencari tempat ramai. Sangat tidak menguntungkan berada di tempat sepi sendiri, kebosanan tak ada kawan untuk berbincang membuat beku, bertelfon dan berSMS juga tak membuat hati lega dengan kebosanan itu. Tanjung balai adalah ibu kota kabupaten Karimun, sudah lazim di sana ramai, di samping ada pelabuhan utama kabupaten juga terdapat tempat wisata atau tempat pertunjukan seni daerah bernama Kostal Area.

Sabtu, 29 Juni 2013

Karimun Part #3 (SURPRIZE)

Masih dengan seputar pesta perpisahan. Sebelum terjadi malam pesta perpisahan satu malam suntuk itu yang begitu meriah, dari anak-anak kecil, remaja, ibu-ibu, bapak-bapaknya dan juga pemudan Sungailakam telah beberapa kali dilakukan acara serupa. Namun nampaknya belum begitu puas dengan acara yang biasa-biasa saja. Maka acara final malam perpisahan itu ibu-ibu group kosidah surau Al Huda Sungailakam lah yang memprakarsainya. Mereka membentuk kepanitiaan, mereka merayu para bapak-bapaknya untuk turut andil dengan mempersiapkan segala macam keperluan sound sistemnya. Sungguh luar biasa, tak menyangka akan seantusias iniwarga Sungai lakam melepas ku untuk kembali ke kampus.

Jumat, 28 Juni 2013

Karimun Part #2 (Bingkisan dan Sepucuk Surat)

Perlahan ku buka bingkisan berukuran dua puluh kali sepuluh senti meret persegi itu, pelan sangat pelan ku buka agar bungkusnya tak koyak. Penasaran dan haru bercampur memenuhi rongga dada. Sudah dari malam saat pesta berlangsung ingin ku buka bingkisan itu, namun karena memang di larang oleh adik adik karib untuk tidak di buka saat itu. Maka ku buka sepulang dari toko buku.

Kamis, 27 Juni 2013

Karimun Part #1 (Pesta Perpisahan)

Pesta perpisahan semalam suntuk talah berakhir. Namun tidak bagi ku, badai yang menerpa pulau kecil ini menandakan pesta itu akan terulang kembali. Barusaja menjelang subuh alunan musik kosidah terhenti, suara keras akibat bantingan kartu domino di atas meja mulai terhening dan suara adzan subuh mulai bersahut sahutan berkumandang serentak antara masjid satu dengan masjid yang lain, antara surau satu dengan surau yang lain. Walau letih karena kurang istirahat, kaki ini harus tetap melangkah menuju surau kecil bernama Al Huda. Hanya satu orang imam, satu makmum laki-laki dan dua makmum perempuan yang tengah berjamaah dalam surau tersebut.

Kamis, 11 Oktober 2012

Refleksi Proposal Hidup


Bermula dari sebuah pertanyaan dari seseorang yang saat ini sedang membuatku tersenyum-senyum sendiri saat mengingatnya. Siapapun dia, mudah-mudahan mau untuk aku ajak bersusah payah demi memperjuangkan hal yang benar, dapat memicu kekuatan dari yang Maha Kuasa untuk tetap semangat meniti perjaugan di jalanNya. Sebuah pertanyaan tentang Impian atau cita-cita.

Untuk menjawab pertanyaannya, saat ini rasanya belum benar-benar duduk konsep impian itu. Namun, apabila merefleksi dari beberapa aktivitas yang sudah atau sendang ku jalani, impian itu baru tergambar satu konsep yakni Sukses Mulia. Inspirasi Sukses Mulia ini memang tergambar sejak mengikuti pelatihan

Rabu, 12 September 2012

Banjarnegara, 30 Juli 2012



Dua belas tahun yang lalu, di desa ini aku menyambung hidup. Dititipkan di rumah nenek yang tengah tinggal seorang diri. Sebuah rumah dapur, sisa bagian rumah yang telah diwariskan ke anak-anaknya kami berdua tinggal. Menghidupi seorang diri dari gaji pensiun kakek yang seorang Veteran pejuang PKRI (Pembela Kemerdeaan Republik Indonesia). Sebuah tegalan (kebun) juga turut membantu sebagain sumber tambahan untuk penghidupan kami.

Dari usia yang masih belia, aku dipindahkan dari sebuah desa terisolasi di provinsi Lampung ke desa ini Twelagiri kelurahan Pagutan,

Senin, 14 Mei 2012

Berkunjunga ke Negeri Kunang-Kunang

Kilau cahayamu, memang tak seberapa
Kepak sayapmu mungkin takkan menghentak dunia
Terangmu hanyalah, sahabat orang desa

Mainan bocah kampung di gelapnya beranda
Dan kutatap lagi, dikau kunang-kunang
Terangmu berpindah dari hutan bambu
Ke rumpun pisang di pinggir kolam,

berbatas sawah di rumah nenek….. ooh indahnya
Meski kerlip cahayamu kecil
Redup, tak amat terang
Namun tetap yakin menyinari malam

Kunang-kunang kecilku jadi penerang
Berhimpunlah dikau wahai kunang-kunang
Taklukkan pongahnya malam kelam
Berhimpunlah dikau wahai kunang-kunang

Di bumi Pertiwi kita ciptakan bintang-bintang.

Rabu, 09 Mei 2012

KETINGGALAN PESAWAT

CGK===>PDG

Trimakasih Lion Air
Depart PDG 28 April 2012 12.45 hrs, Arrive CGK 28 April 2012 14.35 hrs. Jadwal keberangkatan Pesawat Lion Air JT 359 dari Padang tujuan Jakarta, pesawat yang saya tumpangi untuk menuju cibubur untuk mengikuti kegiatan FIM (Forum Indonesia Muda).

Tak ada persiapan yang begitu matang tetapi saya anggap sesuai kebutuhan di cibubur nanti. Jam setengah 11 meluncur ke Bandara Internasional Minangkabau, bersama Ipir. Dengan santai, kami  maota-ota (ngobrol) sepanjang perjalanan dan sempat pula kami mampir di warung makan untuk mengganjal perut yang sebentar lagi diperkirakan akan keroncongan dan tibalah di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) jam 11.30.. Perjalanan yang seharusnya ditempuh hanya dengan waktu 30 menit saja, karena maota-ota dan mampir, jadi 60 menit. Sampai di BIM pun tak langsung cek-in --padahal waktu cek-in sudah dibuka--, kami melanjuktkan maota-ota yang tak jelas lagi dan tepat jam 12, terasa haus, membeli minum pelepas dahaga di pojokan kantin bandara. Karena sudah mendekati waktu landing langsung saja pamit sama Ipir dan masuk untuk cek-in. Seperti biasa, cek-in lancar, boarding lancar dang semua lancar. Masuk ke rung tunggu --ruang tunggu di BIM cuma 1 (untuk keberangkatan domestik) jadi gak usah dikasih nama aja-- banyak penumpang yang juga sedang menunggu, mungkin karena akhir pekan.